Wisdoms.id Jakarta- Ulama kharismatik asal Purworejo, Muh Edi Suryanto, atau yang akrab disebut Kyai Merah, menyampaikan pandangannya tentang arah bangsa saat ditemui di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Kedungsari, Purworejo. Menurutnya, kekuatan Indonesia tidak hanya bersumber dari kekayaan alam, melainkan juga dari kesejahteraan rakyat dan ruh spiritual yang menyatu dalam kehidupan bangsa. ( 2/09/25)
“Kestabilan negara adalah kestabilan ekonomi rakyat,” ujarnya di hadapan jamaah. Baginya, negara tidak bisa berdiri kokoh apabila rakyat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Ia menuturkan, Indonesia memiliki sumber daya yang sangat melimpah. Laut, tambang, hingga tanah pertanian menurutnya merupakan modal besar yang seharusnya membawa kesejahteraan. “Masalahnya bukan pada sumber daya, tapi bagaimana mengelolanya agar benar-benar kembali untuk rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung persoalan harga kebutuhan pokok yang kerap naik. Menurutnya, kenaikan harga bukan semata karena kelangkaan barang, melainkan ada kepentingan pasar yang memengaruhi. “Rakyat selalu berharap harga yang wajar agar kehidupan sehari-hari dapat berjalan tenang,” ujarnya.
Kyai Merah kemudian mengingatkan pentingnya menjaga semangat Reformasi 1998. Tiga pilar utama yang lahir dari reformasi pemberantasan korupsi, supremasi hukum, dan kebebasan rakyat disebutnya sebagai fondasi yang harus terus diperkuat. “Reformasi jangan hanya jadi slogan, tapi diwujudkan nyata dalam kehidupan berbangsa,” katanya.
Ia juga menautkan perjalanan bangsa hari ini dengan sejarah perjuangan kemerdekaan. Menurutnya, doa, zikir, dan shalawat rakyat pada masa itu berjalan seiring dengan perjuangan bersenjata. “Di Surabaya 1945, pekik Allahu Akbar Bung Tomo menjadi energi rakyat. Itulah bukti ruh spiritual menyatu dengan perjuangan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menuturkan bahwa simbol-simbol perjuangan rakyat seperti keris, bambu runcing, dan doa kasepuhan merupakan bagian dari kekuatan spiritual yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan bangsa. “Indonesia merdeka karena izin Allah dan karena rakyat yang teguh dengan keyakinannya,” katanya.
Kyai Merah menekankan bahwa ekonomi dan spiritualitas tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, rakyat akan benar-benar kuat apabila perutnya kenyang dan hatinya tenteram. “Negara kuat bukan karena represif, melainkan karena rakyatnya sejahtera dan ruhnya terjaga,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar para pemimpin selalu menjaga amanah rakyat. “Menjaga negara berarti menjaga perut rakyat. Jika rakyat lapar, negara akan rapuh. Tapi bila rakyat sejahtera dan spiritualitasnya hidup, Indonesia akan kokoh berdiri,” katanya, yang disambut tepuk tangan para santri.







