Wisdoms.id Jakarta- Di tengah dinamika kontestasi Ketua Umum BPP HIPMI 2026–2029, nama Reynaldo Bryan hadir dengan pendekatan yang tidak biasa: tenang, merangkul, dan berakar kuat pada semangat kolaborasi daerah. Bukan sekadar maju sebagai kandidat, ia membawa gagasan yang ingin mengubah arah gerak HIPMI menjadi lebih inklusif dan berdampak nyata.
Reynaldo, yang dikenal sebagai Co-Founder & COO Club Of Five, tampil dengan karakter kepemimpinan yang tidak menempatkan dirinya di atas, melainkan berjalan bersama. Ia percaya bahwa kekuatan HIPMI bukan hanya di pusat, tetapi justru bertumpu pada denyut pengusaha muda di daerah.
Visi: HIPMI Inklusif, Indonesia Progresif

Visi besar yang dibawa Reynaldo sederhana namun kuat: menjadikan HIPMI sebagai rumah besar yang inklusif, bukan eksklusif. Ia ingin memastikan bahwa setiap kader, dari Sabang sampai Merauke, memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, berkontribusi, dan memimpin.
Baginya, kemenangan dalam kontestasi ini bukan kemenangan personal, melainkan kemenangan kolektif, terutama bagi kader daerah yang selama ini belum sepenuhnya mendapat panggung strategis.
Misi: Kolaborasi Daerah sebagai Fondasi
Reynaldo merumuskan pendekatan yang sangat membumi:
Menguatkan peran kader daerah dalam struktur pusat, mendorong distribusi kepemimpinan yang lebih merata, lalu membangun komunikasi berbasis dialog, bukan dominasi dan mengedepankan silaturahmi sebagai strategi politik organisasi
Ia bahkan menekankan cara sederhana namun bermakna: mengajak berdiskusi santai, ngopi, dan membangun kedekatan sebagai jalan meraih dukungan. Bagi Reynaldo, hubungan yang jujur lebih kuat daripada sekadar strategi formal.
Keunggulan: Kepemimpinan yang Membumi dan Merangkul
1. Narasi Persaudaraan
Di tengah kompetisi, ia justru menegaskan bahwa semua kandidat adalah saudara. Pendekatan ini menciptakan atmosfer yang sehat dan dewasa dalam organisasi.
2. Fokus pada Daerah
Ia secara tegas ingin kader daerah mengisi posisi strategis seperti Ketua Bidang, Wasekjen, hingga Wabendum—langkah konkret, bukan sekadar retorika.
3. Gaya Kepemimpinan Kolaboratif
Tidak agresif, tidak konfrontatif. Reynaldo memilih jalur dialog dan kebersamaan sebagai kekuatan utama.
4. Gagasan “Paten” untuk Indonesia
Tagline yang ia usung—“Kolaborasi Daerah untuk Indonesia, Paten!”—menjadi simbol arah baru: bahwa kemajuan nasional harus dimulai dari penguatan daerah.

Lebih dari Sekadar Kontestasi
Bagi Reynaldo Bryan, HIPMI bukan arena pertarungan, melainkan ruang untuk menjaga nilai persaudaraan. Ia ingin membuktikan bahwa proses demokrasi dalam organisasi bisa tetap berjalan dengan adab, kegembiraan, dan kejujuran.
Pada akhirnya, yang ia kejar bukan hanya kursi kepemimpinan, tetapi warisan: HIPMI yang lebih terbuka, lebih merata, dan lebih relevan bagi seluruh pengusaha muda Indonesia.
“Pemilihan hanyalah sarana. Persaudaraan adalah yang utama.”








