Home FEATURED Ade Jona Prasetyo: Energi Kolaborasi dari Timur Sumatera untuk Masa Depan HIPMI...

Ade Jona Prasetyo: Energi Kolaborasi dari Timur Sumatera untuk Masa Depan HIPMI ( No 2)

0

Wisdoms.id Jakarta- Di tengah dinamika Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI, satu nama tampil dengan narasi yang kuat tentang kolaborasi, akar daerah, dan energi muda: Ade Jona Prasetyo, kandidat Ketua Umum BPP HIPMI nomor urut 2.

Bagi sebagian orang, angka hanyalah simbol. Namun bagi Jona, angka 2 adalah filosofi—tentang kebersamaan, tentang berjalan berdampingan, dan tentang merangkul semua kekuatan yang ada dalam tubuh HIPMI. Sebuah pendekatan yang tidak sekadar retoris, tetapi tumbuh dari perjalanan hidup dan kepemimpinannya.

Tumbuh dari Dunia Usaha, Ditempa oleh Organisasi

Perjalanan Jona tidak lahir dari ruang kosong. Ia mengenal dunia usaha sejak usia muda. Pada usia 23 tahun, ia sudah ikut mendirikan PT Wirasena Cipta Reswara Group, dan terus mengembangkan bisnisnya hingga memimpin PT Sambas Wirasena Sinergi sebagai Direktur Utama.

Tak berhenti di sana, ia juga aktif berinvestasi dan mengelola berbagai perusahaan lintas sektor. Pengalaman ini membentuknya bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi sebagai problem solver, seseorang yang memahami langsung tantangan di lapangan: dari akses modal, jaringan, hingga pertumbuhan usaha.

Namun yang membedakan Jona bukan sekadar portofolio bisnisnya. Ia menjadikan HIPMI sebagai rumah pembentukan dirinya. Dari organisasi inilah ia belajar, bertumbuh, dan akhirnya memimpin sebagai Ketua BPD HIPMI Sumatera Utara.

Kepemimpinan yang Membumi dan Terhubung

Salah satu kekuatan utama Ade Jona adalah pendekatan kepemimpinan yang tidak berjarak. Ia tidak hanya berbicara tentang visi nasional, tetapi juga membangun kedekatan dengan struktur daerah.

Baginya, HIPMI bukan sekadar organisasi elite di pusat, melainkan ekosistem hidup yang berdenyut dari Sabang sampai Merauke.

Ia membawa gagasan bahwa:

  • Setiap daerah harus merasa memiliki
  • Setiap kader harus merasa didengar
  • Setiap peluang harus bisa diakses secara merata

Pendekatan ini terlihat jelas dari gaya komunikasinya yang inklusif dan kemampuannya menjembatani kepentingan pusat dan daerah. Banyak pengurus daerah melihatnya sebagai figur pemersatu bukan hanya pemimpin.

Visi: Dari Konektivitas Menuju Aksi Nyata

Selama memimpin HIPMI Sumatera Utara, Jona merancang arah organisasi melalui konsep REAL:

  • Re-Connecting: memperkuat jaringan antar anggota
  • Expand: membuka peluang bisnis lebih luas
  • Action: mendorong program nyata, bukan sekadar wacana
  • Loyalty: membangun rasa memiliki terhadap organisasi

Fokusnya jelas: HIPMI harus menjadi wadah yang memberi dampak konkret.

Ia ingin memastikan bahwa anggota HIPMI, terutama pengusaha muda dan UMKM tidak hanya berkumpul, tetapi bertumbuh. Mulai dari akses permodalan, peningkatan kapasitas, hingga ekspansi pasar.

Menurutnya, kekuatan ekonomi Indonesia ke depan sangat bergantung pada keberanian generasi muda dalam berwirausaha dan berinovasi.

Politik, Bisnis, dan Nasionalisme

Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Jona membawa perspektif tambahan: pemahaman kebijakan publik. Ia tidak hanya bergerak di sektor bisnis, tetapi juga memahami bagaimana regulasi bisa menjadi akselerator atau justru penghambat.

Kombinasi ini menjadikannya kandidat dengan spektrum pengalaman yang lengkap:

  • Pengusaha aktif
  • Pemimpin organisasi
  • Legislator nasional

Ia melihat HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bukan sekadar organisasi profesi.

Nomor 2: Simbol Persatuan

Dalam pengundian nomor urut, Jona mendapatkan nomor 2. Namun lebih dari sekadar angka, ia menjadikannya narasi.

Nomor 2 ia maknai sebagai:

  • Kemitraan
  • Diplomasi
  • Jalan tengah
  • Persatuan

Dalam setiap langkahnya, ia menegaskan bahwa kontestasi ini bukan soal siapa yang menang, tetapi bagaimana HIPMI bisa semakin kuat sebagai rumah bersama.

“Kita berjalan beriringan. Bukan saling mendahului, tapi saling menguatkan.”

Menuju HIPMI yang Lebih Relevan

Di tengah tantangan global, disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan persaingan pasar HIPMI membutuhkan kepemimpinan yang adaptif sekaligus membumi.

Ade Jona Prasetyo menawarkan kombinasi itu:

  • Energi muda
  • Pengalaman nyata
  • Jaringan luas
  • Pendekatan kolaboratif

Ia bukan hanya berbicara tentang masa depan HIPMI, tetapi membawa rekam jejak yang menunjukkan bahwa ia sudah memulai perjalanan itu sejak lama.

Dan mungkin, di situlah kekuatan utamanya bukan sekadar kandidat, tetapi representasi dari generasi pengusaha muda yang siap membawa HIPMI melangkah lebih jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here